Dear diary,

Apakabar? Sorry for the long absence. Hari ini setelah berhari-hari kerja melulu, aku nonton “Underworld: The Rise of The Lycans”, kisahnya mengenai peperangan antara vampire dan lycan atau werewolf (oh no, not about vampire anymore!). Aku sebenarnya malas nonton film itu (kau tahu tentunya kenapa aku ngga suka). Tapi temenku yang satu ini sepertinya lagi butuh ditemenin banget jadi aku bersedia menemani asal dia yang traktir. Sepertinya dia bete banget sih karena setahuku Lina tidak terlalu suka tema “perang” seperti ini. Waktu kutanya, ternyata dia habis berantem sama pacarnya jadi mungkin bawaannya jadi pingin mukul orang terus. O_
Film itu sendiri merupakan flashback konflik yang terjadi ratusan tahun lalu, antara Victor (Bill Nighy), pemimpin para vampir dengan musuhnya Lucian (Michael Sheen), pemimpin para lycan. Konflik tersebut mencapai puncaknya pada film yang pertama (Underworld), dengan setting masa sekarang. Saat itu Selene (Kate Beckinsale), seorang vampir Death Dealer, bertemu dengan manusia bernama Michael (Scott Speedman) yang sedang menjadi incaran para Lycan. Michael ternyata memiliki darah khusus yang sanggup meleburkan darah vampir dan lycan menjadi sebuah ras baru. Michael kemudian dimodifikasi oleh Lucian yang sangat dendam dengan vampir. Michael inilah yang kemudian dalam film pertama mengalahkan Victor.

Michael: manusia pembawa ras baru
Dalam prequel ini dikisahkan bagaimana pada saat itu kaum vampir menguasai lycan dan menjadikan para lycan sebagai budak mereka. Namun begitu, ada satu lycan yang diberi kepercayaan untuk membantu vampir memerangi bangsanya sendiri, yaitu Lucian. Lucian, yang walau dibatasi kekuatannya (dengan kalung segel di lehernya yang mencegahnya berubah menjadi lycan) memiliki keleluasaan untuk bekerja sebagai tukang besi untuk mensuplai senjata para vampir. Ia kemudian terlibat hubungan asmara dengan anak Victor yang bernama Sonja (Rhona Mitra). Cerita bergulir, Lucian berencana akan melarikan diri dan berhasil setelah dibantu Sonja. Hubungan mereka akhirnya diketahui oleh Victor dan berakhir tragis dengan eksekusi mati Sonja oleh ayahnya sendiri Victor, yang harus disaksikan oleh Lucian. Dendam ini yang dibawa oleh Lucian ratusan tahun kemudian saat ia bertemu lagi dengan Victor.

Michael with Selene
Sedih banget deh ceritanya. Settingnya juga “gelap”, serba malam dengan suasana Gothic yang sangat kental. Beda dengan “Twilight” yang lebih romantis dan modern. Para vampir di sini digambarkan selalu memakai jubah dan memiliki wajah dingin yang serba serius. Tak lupa selalu ada sentuhan wajah Eropa Timur atau Romania untuk lebih spesifiknya yang merupakan ciri khas karakteristik vampir. Aku sempat merasa menyesal nonton film ini tapi, entah mengapa aku tiba-tiba kangen seseorang…
(Song: “Cinta Terlarang” – Marvells)

