Dear diary,
Malam ini adalah malam yang sangat melelahkan. Sangat melelahkan bagiku karena pertama, aku sampai harus begadang mengurusi asal usul kalung ini. Kedua, karena aku harus menjawab pertanyaan-pertanyaan dari Ariel yang sulit kujawab karena keadaan Sasha yang aneh. Aku harus kerja keras meyakinkan menjelaskan Ariel bahwa keadaan Sasha memang aneh.
Malam kemarin adalah malam yang sebenarnya paling ingin kuhindari. Ariel datang secara khusus lagi untuk memberitahukan aku detail tentang Sándor. Di satu sisi aku merasa sangat malas berurusan dengan apapun yang berkaitan dengan Sasha lagi. Di sisi lain aku harus menemukan konfirmasi yang akurat tentang penjelasan Sasha. Aku tak punya pilihan lain selain menghadapi fase sulit ini once for all.
Ariel berkata bahwa ia sudah menyelidiki siapakah orang yang bernama Sándor itu. Menurut keterangan yang ia dapatkan, orang yang bernama Sándor ini berasal dari Hongaria. Sándor berusia muda ketika ia meninggal. Menurut catatan, ia meninggal ketika berusia dua puluh satu tahun. Sándor meninggal ketika sedang mengadakan ekspedisi dengan pamannya yang bernama Ilyasa Szôllösi. Saat itu kereta yang mereka tumpangi tenggelam ke dalam sungai pada saat perjalanan mereka pergi ke Budapest. Mereka berhasil menemukan bangkai kereta dan jenazah kusirnya namun tubuh Sándor dan Sándor tak pernah ditemukan. Selama berhari-hari polisi mencoba mencari jenazah paman dan keponakan itu namun berakhir tanpa hasil. Satu minggu tak ditemukan juga, akhirnya polisi menetapkan mereka bahwa telah meninggal dunia. Dengan kejadian itu, berakhirlah klan Szôllösi karena merekalah keturunan terakhir dari keluarga tersebut.
Aku termenung mendengar penjelasan Ariel. Jadi Sándor dinyatakan meninggal setelah Ilya menculiknya. Suatu rencana yang cukup bagus untuk menghilangkan jejak. Aku bertanya kepada Ariel,
“Kau punya foto Sándor? Aku butuh tahu dia seperti apa.”
“Aku sedang menunggu email gambar Sándor itu. Mungkin sebentar lagi dikirim.” Ariel lalu melanjutkan penjelasannya. Menurut Ariel, bagian paling sulit adalah mengumpulkan nama Sasha yang lahir pada tahun 1987 dan telah meninggal setelahnya. Ada beberapa nama yang Ariel sebutkan. Ariel berkata kepadaku,
“Aku ingin tahu kenapa kau cari nama-nama orang yang sudah meninggal?” Aku berkata kepada Ariel,
“Pertama, aku ingin mencari nama yang kemungkinan besar dipakai untuk identitas palsu. Kedua, anak yang sudah meninggal tersebut haruslah anak tunggal supaya tidak ada yang bisa bersaksi bahwa benar orang itu telah meninggal. Ketiga, makin muda anak itu meninggal, makin baik karena wajah aslinya tak pernah terekam di foto atau lukisan manapun.”
“Ini ada tiga nama yang muncul. Satu berasal dari Szeged, satu lagi dari Békéscsaba dan satu lagi berasal dari Tiszafüred.”
“Bagaimana dengan yang terakhir? Dia meninggal pada usia berapa?”
“Anak ini meninggal ketiga ia berusia satu bulan.”
“Kelihatannya anak ini….”
“Hey, ada email masuk nih. Kayaknya foto yang gue minta.” Ariel lalu membuka email yang masuk. Pada subjectnya tertulis nama “Sándor”. Aku menunggu Ariel dengan penasaran. Ariel lalu klik attachment email tersebut.
“Jul, ini foto Sándor yang kau cari itu…” Ariel terdiam. Ia kemudian bertanya,
“Benarkah ini?” Di depanku terpampang foto seseorang yang wajahnya tak asing bagiku. Ariel tampak sangat terkejut,
“Ini kan Sasha?” Aku diam saja. Jantungku berdegup dengan keras. Akhirnya aku berkata,
“Iya betul. Ini Sasha.” Aku merasa tubuhku lemas. Tahulah aku bahwa Sasha tak berbohong.
“Bagaimana mungkin? Mereka kan hidup di abad yang berbeda? Kau yakin ini Sasha?” Aku diam hanya bisa menganggukkan kepalaku…
(song: “Merindukanmu” – D’Massiv)

