Sasha memandangku dengan kesedihan yang mendalam. Ia melanjutkan ceritanya,
“I was forced to become what I am. It wasn’t my intention to have this kind of situation. After killed my mother, Ilya kidnapped me for a few days. I was hostaged, chained without food and water until I was dying. He wanted me to be that way, nearly starved to death until at one point I had to beg him to spare my life.” Tubuhnya bergetar ketika menceritakan hal itu. Ia melanjutkan lagi,
“I was taken between life and death. He eventually had waited for that moment. He offered me the life which I hated, and commanded me to make an oath that made me bound to him for the rest of my life.” Sasha memandangku. Ada kilatan kegeraman memancar dari matanya yang biru,
“You never know what it felt Julie, to live between life and death. To feel at the first time when that eternal blood flowed through your throat. The thick red fluid that changed your life forever… It hurts. But the pain inside my heart is much much painful than the pain I felt in my whole body.”
“Please understand that it all happened against my will. I simply didn’t want to die because I want to revenge the death of my father and mother. I want to live in order to kill Ilya. I hated him but at that time I had to beg him for mercy…”
“It’s your choice Sasha. If you were not consumed by your anger, you will choose to die and Ilya will loose you. But now he had you and you can’t do anything but do the obligation you had been ordered.”
Sasha diam tak menjawab.
Sasha mengaku bahwa ia kehilangan jejak setelah Alexander van Rijn pergi meninggalkan Belanda. Alexander rupanya telah mempersiapkan kepergiannya dengan matang. Ia beberapa kali berhasil menyesatkan Ilya dan Sasha sehingga mereka kehilangan jejak. Seumur hidupnya Alex berpindah-pindah tempat untuk menghindari pengejaran Ilya dan Sasha. Hingga akhir hayatnya Ilya dan Sasha tak berhasil mendapatkan tempat persembunyian Alex.
Pencarian menemukan jalan buntu karena setelah kematian Alex. Alex ternyata tidak mempunyai keturunan. Ia meninggal dan keturunan van Rijn melalui Alexander berhenti sampai di situ. Ilya dan Sasha terpaksa mencari dari nol lagi. Sasha mencoba melacak anggota keluarga van Rijn yang lain, namun tanpa hasil.
Satu tahun yang lalu Sasha berhasil menemukan tempat kalung disembunyikan. Kalung itu ternyata disembunyikan di suatu tempat di daerah Timur jauh bernama Hindia Belanda. Saat akan pergi ke tempat Hindia Belanda, Sasha punya rencana lain. Sasha yang sejak awal benci kepada Ilya tak ingin Ilya tahu bahwa ia telah menemukan tempat persembunyian kalung tersebut. Sasha tak mau Ilya turut mengambil kemenangan dalam pencarian kalung tersebut. Sasha lalu menahan Ilya dan berhasil pergi ke tempat kalung disimpan tanpa Ilya.
Sasha kemudian pergi ke Jakarta untuk mendapatkan kalung tersebut sementara Ilya tertahan di Budapest. Saat berada di Jakarta, Sasha menemukan bahwa pusaka tersebut telah pindah ke tangan seorang gadis bernama Julia Kartika.
(song: “Seisi Hati” – Seventeen)

