Dear diary,
Orang yang datang itu adalah Elie. Ia melangkahkan kaki menuju kami berdua,
“What is happening here? Who are you? What are you thinking you’re doing here?” Ia mendorong Sasha dengan keras ke dinding di sebelahku. Tenaga Eli kuat juga ya. Aku berlari ke arah Elie.
“I know him. We were arguing on something and won’t let me go.”
“Step aside.” Elie seperti tak menggubris perkataanku. Elie mengeluarkan sesuatu dari sakunya. Sebuah pistol! Ia mengacungkan pistol itu ke Sasha.
“I know you . This gun has no ordinary bullet. Once this hot silver metal cut your flesh, you’ll know what happen.” Oh, Elie tahu siapa Sasha sebenarnya. Siapakah Elie? Apakah ia seperti yang Sasha katakan? Tetapi mengapa ia membawa pistol peluru perak seperti itu? Sasha terdiam tak berani melangkah. Seperti tahu apa yang kupikirkan, Elie memandang ke arahku,
“Look, I’ve been looking for this creature for a long time. And now is a good time to settle things down.” Elie menarik pelatuk pistolnya. Aku memegang tangannya dan menggelengkan kepalaku,
“Don’t shoot him.” Elie tampak bingung melihatku,
“Why? He’ll harm you.”
“I told you, I know him. He was my friend. He won’t do any harm to me. Please let him go.”
“Did you make friends with him? Don’t be ridiculous. Since when lions make friends with their prey?” Elie nampak mulai kesal. Ia mendorong aku.
“Please Elie.” Aku mendorong tangan Elie, ia menolehku dengan marah,
“What do you think you’re doing?” Elie mendorongku dengan keras hingga aku hampir terjatuh. Aku berusaha tetap menggenggam tangan Elie.
“Stop it!” Elie menodongkan pistolnya ke arahku. Aku melepaskan genggamanku.
“I’ll kill you now!” Muka Elie merah padam. Wajahnya sangat mengerikan. Aku melirik ke tempat Sasha, ia sudah tak ada lagi.
“Come with me!” Elie masih menodongkan pistolnya kepadaku.
“He’s gone. Why do you still pointing your gun at me? Elie?”
“Shut up! You have ruined my plan!” Elie terdiam sejenak. Tiba-tiba ia menyeringai. Wajahnya tampak senang,
“But I still have you…” Ia tampak berbeda kali ini.
“Well, I got you now young lady…” Elie mencengkeram tanganku dan melemparku masuk ke dalam mobilnya.

