Tulisan terkirim dikaitan (tagged) ‘báthory erzsébet’

h1

Pencarian Tak Berujung

Oktober 6, 2008

Ia yang kukenal ternyata bukan ia yang sebenarnya. Sasha telah lahir ke dunia ini seratus lima puluh tahun yang lalu. Ia telah digariskan untuk meneruskan tugas keluarga yang telah ditanggung oleh nenek moyangnya lebih dari dua ratus tahun silam.

Kembali ke masa silam, sekitar tahun 1580, di Transylvania, Romania, hidup seorang bangsawan bernama Countess Báthory Erzsébet yang punya perilaku sangat kejam. Ia pada akhirnya dijatuhi hukuman mati karena terbukti melakukan berbagai kejahatan di purinya. Countess Báthory telah membunuh banyak wanita maupun pria demi mempertahankan kecantikannya. Menurut pengakuan Countess, ia mandi darah korbannya dengan tujuan menjaga kulitnya agar tetap awet muda.

Walau telah mati, dampak dari kejahatannya masih bergaung hingga kepada keturunannya. Menurut cerita Sasha, salah seorang korbannya adalah seorang wanita muda bernama Doria Popescu anak seorang perajin perhiasan yang tinggal di sekitar daerah itu. Dalam sebuah perlawanan dengan Countess dan para pengawalnya, Doria terbunuh bersama suaminya. Anak mereka, yang ketika itu berusia lima tahun, dirawat oleh ayah mereka yang bernama Mircea Popescu hingga beranjak dewasa.

Mircea yang begitu sedih dengan kematian anak dan menantunya, selama beberapa bulan selalu mendatangi tempat kejadian di mana mereka menemui ajal mereka. Suatu hari ketika sang kakek sedang termenung di pinggir jalan tersebut, ia melihat ada sebuah kilauan memancar dari antara rerumputan. Ia mendekat dan menguak rumput yang ada di situ. Ternyata sebuah pecahan liontin.

Melihat potongan liontion tersebut Mircea menjadi sangat geram. Potongan itu adalah pecahan liontin yang berasal dari kalung milik anaknya. Liontin tersebut adalah bagian dari kalung yang merupakan pusaka keluarga mereka. Mircea sangat sedih mengetahui bahwa kini pusaka yang baru diberikan kepada Doria anaknya, telah dirampas oleh Countess. Ia lalu bersumpah akan mencari kalung dan membunuh Countess tersebut.

Namun keinginan Mircea tak sempat terkabul. Countess keburu dihukum mati dan Mircea sendiri tak lama kemudian meninggal dunia dalam sebuah kecelakaan. Ia tak sempat melaksanakan sumpahnya dan akhirnya memberi sebuah surat wasiat kepada cucunya Ion yang waktu itu baru berusia enam tahun untuk melanjutkan amanatnya. Pencarian dimulai ketika Ion berusia tujuh belas tahun (saat ia mulai beranjak dewasa). Pencarian tersebut menjadi lambat karena salah seorang cucu Countess, karena malu dengan reputasi neneknya, pergi ke Hongaria dan mengubah namanya menjadi Rendor Huszar. Ia pergi membawa sebagian harta neneknya, termasuk di antaranya kalung milik keluarga Popescu.

Keluarga Popescu tetap mencari pemilik kalung hingga akhirnya sampai kepada kakek Sasha yang bernama Dumitrú Popescu. Sang kakek setelah mengetahui bahwa keluarga Huszar adalah keturunan Erzsébet yang dicari-cari, memutuskan untuk pergi ke Hongaria. Saat itu masa explorasi sedang berjaya, keluarga Huszar kemudian pindah ke Belanda pada akhir abad ke-18 dengan rencana akan bergabung dalam VOC. Anak turun mereka kemudian menikah dengan orang setempat. Mereka mulai menghilangkan jati diri Hongaria mereka dan beralih nama menjadi keluarga vanRijn. Dumitrú yang mengetahui pengalihan jati diri tersebut hampir berhasil mendapatkan orang yang membawa kalung tersebut. Orang tersebut berhasil diidentifikasi dengan nama Alexander vanRijn. Sebuah nama yang tak asing bagiku.

Upaya Dumitrú gagal setelah ia tewas jatuh dari kuda dalam pengejarannya. Usaha pencarian tertunda karena anaknya yang tertua, Radu, yang sebenarnya diberikan mandat untuk mencari kalung, tidak lagi berminat mengejar kalung tersebut. Pencarian pun terhenti sampai suatu hari Ilyasa, adik Radu mendapat sebuah mimpi. Dalam mimpi tersebut Dumitrú menagih janji kepada kakak beradik tersebut untuk meneruskan amanat keluarga mereka. Radu menolak untuk campur tangan dalam urusan kalung tersebut. Ilyasa tak setuju. Pertikaian berlanjut dengan duel antara mereka yang berakhir dengan kematian Radu di tangan Ilyasa.

Ilyasa merasa sangat menyesal telah membunuh kakaknya dan bersumpah untuk mendapatkan kalung tersebut dengan cara apapun. Tepat setelah ia bersumpah, anak Radu lahir. Anak tersebut dinamakan Sandor, atau dipanggil dengan nama Sasha. Sandor lahir dengan membawa tanda lahir yang memiliki arti bahwa dialah yang berhak mewarisi kalung tersebut, bukan pamannya Ilya. Mengetahui bahwa anaknya memiliki tanda itu, Maria, ibu Sandor sengaja menyembunyikan Sandor dari Ilya supaya Ilya tak dapat merebut anak itu darinya.

Sandor berhasil disembunyikan hingga ia berusia dua puluh satu tahun. Pada saat itu Ilya berhasil mengetahui bahwa Sandor ternyata adalah anak kandung Radu kakaknya. Ilya sangat marah kepada Maria dan dalam kemarahannya membunuh Maria. Ilya lalu membawa lari Sandor. Pada saat itulah Sandor baru mengetahui bahwa Ilya sudah bukan manusia lagi. Ilya, demi sumpahnya merebut kembali kalung tersebut telah mengadakan perjanjian dengan kegelapan untuk bisa memiliki hidup abadi sehingga mampu mengejar Alexander kemanapun ia pergi.

(Song: “Dan Orang Itu Aku” – Marvells)

h1

Weekend To Mend

Agustus 23, 2008

Akhirnya! Weekend! Aku memutuskan untuk ngga mau inget2 soal Sasha lagi (bikin bete!). Aku mau bermalas-malas di rumah saja. Untuk persiapan bermalas-malas itu aku sudah mengumpulkan setumpuk DVD anime plus teman-temannya seperti kripik, minuman dll. Pokoknya full amo (amunisi) deh.

Film seri yang aku tonton adalah berjudul “Trinity Blood”. Studio yang memproduksi anime itu adalah Gonzo, dialah yang membuat seri “Samurai 7” yang terkenal itu. Cerita film itu juga cukup seru. Dengan setting masa depan, film itu bercerita bagaimana dunia setelah perang Armaggedon, manusia hidup berdampingan dengan ras manusia baru (new human race) yang disebut ras Methuselah alias Vampir.

Tokoh utama film itu unik karena ia ternyata hasil teknologi alien bernama “Krusnik”. Krusnik ini makhluk yang sangat mengerikan karena mereka hidup dari minum darah vampir (darah vampir dipercayai memiliki sel bachillus yang membuat mereka haus akan darah manusia tiap periode waktu tertentu). Para krusnik ini menggunakan teknologi nanomachine (mesin selular) yang membuat mereka punya kekuatan superhuman. Tiap makhluk punya kekuatan yang khas seperti kekuatan telekinesis yang bisa menarik darah vampir dari jarak jauh, sinar radiasi nuklir (?) dll. Mereka juga mampu meregenerasi sel-selnya dengan super cepat sehingga dapat pulih seperti semula walau sudah tinggal setengah badan karena dibom.

Abel Nightroad

Abel Nightroad

Makhluk Krusnik di film ini ada empat, yaitu Abel Nightroad (si peran utama), Seth, Cain Nightroad (yang paling sulung dan paling jahat) dan Lilith ibu mereka [Familiar dengan nama-nama mereka? Nama-nama itu diambil dari Kitab Suci orang Kristen (Alkitab). Latar belakang ceritanya diambil langsung dari Alkitab, mungkin lebih tepat disebut sebagai rip-off dari Alkitab. Juga nama-namanya diambil dari tokoh-tokoh yang ada di Alkitab]. Abel Nightroad adalah protagonis dalam kisah Tribla (Trinity Blood), seorang (sebuah?) Krusnik yang menyamar sebagai seorang pastor dari Vatikan yang canggung, kadang bodoh dan punya masalah dengan gula darah yang selalu rendah (sampai harus minum teh manis dengan 13 sendok gula). Abel, walau kelihatannya simpel, sebenarnya sangat complicated dan aktor di balik peperangan Armageddon bersama kakaknya Cain.

Maria & Gyula Kadar

Maria & Gyula Kádár

Walau ceritanya tentang peperangan, ada juga bumbunya seperti pernikahan antara vampir dan manusia, Marquis of Hungary, Count Gyula Kádár dengan Maria. Gyula adalah seorang vampir. Maria, istrinya adalah seorang Terran (julukan untuk manusia). Maria meninggal karena hasutan Vatikan yang berkuasa saat itu dan Gyula menjadi sangat benci dengan manusia dan ingin menghabiskan mereka semua melalui senjata rahasianya yang bernama “Star of Sorrow”. Abel Nightroad bersama agen Vatikan suster Esther Blanchett kemudian berhasil menggagalkan rencana peluncuran senjata tersebut dan karena suatu insiden, Gyula akhirnya mati, di pelukan Esther.

Episode lain menceritakan bagaimana dalam suatu misi rahasia, suster Esther Blanchett pergi ke Istanbul – ibukota para Methuselah, mendampingi Ion Fortuna (bangsawan Methuselah yang menyamar sebagai rakyat jelata). Di tengah misi mereka, Ion jatuh cinta berat dengan Esther. Di akhir misi mereka terpaksa berpisah karena Esther harus kembali ke Vatikan. Ada kesedihan di hati Ion, di mana ia menyadari bahwa Esther tak mungkin dapat mendampinginya karena perbedaan panjang usia mereka (life span). Ion akan hidup hingga ratusan tahun, sementara Esther akan meninggal sebelum mencapai usia seratus tahun. Susah juga bagi vampir untuk bersatu dengan manusia.

D

"D"

Aku jadi ingat ada sebuah cerita menarik lagi, yang judulnya “Vampir Hunter D”. “D” adalah nama seorang manusia, hasil perkawinan vampir dan manusia. “D” adalah seorang pemburu vampir yang punya misi memburu seorang vampir yang menculik seorang wanita manusia. Pada akhirnya D menemukan fakta bahwa vampir itu menculik wanita itu karena ia dan wanita itu telah saling jatuh cinta. Ia tetap mengejar vampir itu sampai pada akhir cerita. Kelihatannya cinta antara manusia & vampir cukup jadi cerita menarik. Mungkin karena menimbulkan konflik dan kesalahpahaman.

Sesungguhnya, bisakah manusia punya kekuatan super dengan bayaran harus minum darah manusia lain supaya bisa tetap hidup? Adakah manusia seperti itu? Berapa banyak cerita rakyat yang menceritakan makhluk seperti itu? Dari Count Vlad III Dracula of Transylvania yang suka disalahartikan sebagai peminum darah manusia sampai “Leak” dari Bali? Cerita tentang Countess Báthory Erzsébet yang berperi laku keji yang diisukan memiliki perilaku mirip vampir? Atau kelainan darah langka porphyria yang secara medis membuat para penderitanya tidak dapat memproduksi darah secara alami, hanya bisa dengan serapan darah melalui lambung (oral) atau tranfusi? Sekarang, apakah mereka benar tak ada? Para Skeptis mengatakan bahwa vampir itu hanyalah sebuah metafora, penggambaran penguasaan manusia atas manusia lain. Dalam kenyataannya tak pernah terbukti adanya makhluk seperti itu hidup di bumi ini. Kalau seandainya vampir itu benar ada, bisa kah mereka hidup berdampingan dengan manusia?

(Song: OST Trinity Blood – “Broken Wings” – Tomoko Tane)