Hai,
Aku sudah dapat kabar dari Julie. Tahukah kamu apa yang ia kirim? Ia mengirim fotocopy diarynya! Dia bilang di tempat dia sekarang ngga ada internet & dia males kirim kirim posting lewat hape jadi lebih baik kirim surat aja. Agak ribet & low-tech tapi anyway at least aku tahu dia masih hidup.
Pada dasarnya dia baik-baik saja. Dia lagi di luar kota. Dia nanya gimana keadaan Jakarta setelah pemboman. Aku bilang keadaannya biasa saja, hanya di beberapa tempat seperti mal suasananya agak sepi. Julie sekarang lagi keluar kota, dia tak memberitahu pergi bareng siapa. Ngomong-ngomong soal Julie (ngegosip nie, gapapa kan Jul? kan kamu edit dulu postinganku, kalau ngga setuju bagian ini tinggal kamu delete aja
), temenku yang satu ini agak unik (aku ngga bilang aneh loh, cuma ‘agak unik’). Bersama sepupunya Ariel, Julie melakukan riset khusus tentang vampire dan sejarah Eropa Timur. Riset mereka berjalan cukup intensif dalam enam bulan terakhir. Belakangan baru aku tahu alasannya kenapa dia melakukan penelitian itu. Aku sendiri tak menyangka kalau Sasha seorang vampire. Waktu bertemu dengan dia pertama kali, dia biasa saja, seperti orang normal. Gerak-geriknya seperti orang pada umumnya, ngga seperti Edward Cullen di Twilight, yang memandang Bella dengan pandangan aneh, melihat manusia seperti harimau mau mencaplok kelinci
.
Setelah tahu siapa Sasha sebenarnya, baru aku menyadari ada detail-detail kecil pada dirinya yang tidak natural. Seperti misalnya aku tak pernah bisa bertemu dia pada siang hari. Kemudian matanya kadang bercahaya waktu malam. Tangan atau pipinya dingin (dia cukup cuek untuk mau bersentuhan dengan manusia). Pada akhirnya, menurutku, Sasha itu orangnya menyenangkan, terlepas dari dia itu manusia atau bukan. Dia ramah, penuh perhatian, suka melucu dan kadang belagu juga. Sedih juga kalau sekarang aku harus berpisah dengan mereka. Yah, mungkin beberapa minggu ke depan aku sudah bisa bertemu mereka lagi, kalau masalah mereka sudah selesai.
Julie tak terlalu banyak cerita. Dia masih banyak urusan. Dia bilang kalau keadaan memungkinkan minggu depan cerita lagi. Ada banyak hal yang akan dia ceritakan, katanya begitu. Kita tunggu saja kabar minggu depan.

