<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>bersamamu...</title>
	<atom:link href="http://debubintangdilangit.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://debubintangdilangit.wordpress.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Thu, 24 Nov 2011 04:32:32 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='debubintangdilangit.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>bersamamu...</title>
		<link>http://debubintangdilangit.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://debubintangdilangit.wordpress.com/osd.xml" title="bersamamu..." />
	<atom:link rel='hub' href='http://debubintangdilangit.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Namaku</title>
		<link>http://debubintangdilangit.wordpress.com/2010/07/22/namaku/</link>
		<comments>http://debubintangdilangit.wordpress.com/2010/07/22/namaku/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 22 Jul 2010 16:43:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Lady Stardust</dc:creator>
				<category><![CDATA[feelings]]></category>
		<category><![CDATA[Personal]]></category>
		<category><![CDATA[ilya]]></category>
		<category><![CDATA[mawar merah]]></category>
		<category><![CDATA[ulang tahun]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://debubintangdilangit.wordpress.com/?p=1422</guid>
		<description><![CDATA[Hai Diary, Sudah lama sekali ya tidak tulis-tulis di sini&#8230; Akhir-akhir ini aku sibuk banget. Sibuk kerja, mau fokus sama kerjaanku saja&#8230; Aku baru saja ulang tahun minggu lalu. Waktu itu, tepat jam 12.01 seseorang memberi selamat aku. Siapa lagi kalau bukan dia? Dia datang di tengah malam, aku kebetulan belum tidur, memang lagi belum [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=debubintangdilangit.wordpress.com&amp;blog=4357057&amp;post=1422&amp;subd=debubintangdilangit&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hai Diary,</p>
<p>Sudah lama sekali ya tidak tulis-tulis di sini&#8230; Akhir-akhir ini aku sibuk banget. Sibuk kerja, mau fokus sama kerjaanku saja&#8230;</p>
<p>Aku baru saja ulang tahun minggu lalu. Waktu itu, tepat jam 12.01 seseorang memberi selamat aku. Siapa lagi kalau bukan dia? <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' />  Dia datang di tengah malam, aku kebetulan belum tidur, memang lagi belum tidur beneran, bukannya sengaja nunggu dikasih ucapan selamat. Datang saat habis hujan, berpakaian hitam-hitam, senyum sekedarnya dan membawakan seikat mawar merah darah buatku (terus terang, wanginya mengingatkan aku kepada makam&#8230;). Sangat romantis&#8230;</p>
<p>Aku tak pernah memberitahu hari ulang tahunku, tapi dia kelihatannya sudah menunggu hari itu datang untuk memberiku selamat. Aku tanya dari mana ia tahu hari ulang tahunku, dia tak mau menjawab. <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':-(' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Anyway, perhatiannya sangat berarti bagiku. Walau aku tak dapat membalasnya, aku takkan melupakan apa yang dia lakukan malam itu. Terima kasih ya&#8230;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/debubintangdilangit.wordpress.com/1422/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/debubintangdilangit.wordpress.com/1422/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/debubintangdilangit.wordpress.com/1422/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/debubintangdilangit.wordpress.com/1422/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/debubintangdilangit.wordpress.com/1422/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/debubintangdilangit.wordpress.com/1422/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/debubintangdilangit.wordpress.com/1422/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/debubintangdilangit.wordpress.com/1422/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/debubintangdilangit.wordpress.com/1422/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/debubintangdilangit.wordpress.com/1422/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/debubintangdilangit.wordpress.com/1422/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/debubintangdilangit.wordpress.com/1422/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/debubintangdilangit.wordpress.com/1422/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/debubintangdilangit.wordpress.com/1422/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=debubintangdilangit.wordpress.com&amp;blog=4357057&amp;post=1422&amp;subd=debubintangdilangit&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://debubintangdilangit.wordpress.com/2010/07/22/namaku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/607629dee6c7f653bd620759a64362e1?s=96&#38;d=monsterid" medium="image">
			<media:title type="html">Puteri Bintang</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Janji Yang Terucap</title>
		<link>http://debubintangdilangit.wordpress.com/2010/07/03/janji-yang-terucap/</link>
		<comments>http://debubintangdilangit.wordpress.com/2010/07/03/janji-yang-terucap/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 03 Jul 2010 13:32:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Lady Stardust</dc:creator>
				<category><![CDATA[Personal]]></category>
		<category><![CDATA[ilya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://debubintangdilangit.wordpress.com/?p=1415</guid>
		<description><![CDATA[Pagi itu aku bangun lebih awal. Entah kenapa waktu itu aku tiba-tiba terbangun dari tidurku. Hari masih gelap. Kulihat jam, waktu menunjukkan pukul empat pagi. Tak bisa tidur lagi, aku beranjak dari tempat tidurku. Aku merasakan ada sesuatu, ada aura yang lain di rumah ini. Aku meraih pisau perak yang selalu aku simpan di bawah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=debubintangdilangit.wordpress.com&amp;blog=4357057&amp;post=1415&amp;subd=debubintangdilangit&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pagi itu aku bangun lebih awal. Entah kenapa waktu itu aku tiba-tiba terbangun dari tidurku. Hari masih gelap. Kulihat jam, waktu menunjukkan pukul empat pagi. Tak bisa tidur lagi, aku beranjak dari tempat tidurku. Aku merasakan ada sesuatu, ada aura yang lain di rumah ini. Aku meraih pisau perak yang selalu aku simpan di bawah bantalku, lalu pergi ke kamar tempat Ilya berbaring.</p>
<p>Perlahan aku masuk ke dalam kamarnya. Kulihat tempat tidurnya kosong. Kemanakah dia? Sudah pulihkah dia sehingga bisa meninggalkan tempat tidurnya? Kalau dia sudah pulih, akankah dia menepatinya janjinya untuk tidak melukai aku? Jika ia bisa menepati janjinya, tak akan ada masalah. Tapi jika ia tidak bisa menepati janjinya?&nbsp; Perkataannya itu belum teruji&#8230;&nbsp; Pikiran-pikiran negatif mulai memenuhi otakku. Jantungku mulai berdegup kencang, aku mulai panik&#8230; Aku membalikkan badanku hendak kembali menuju kamarku. Sesosok bayangan berdiri di depanku. Ilya!</p>
<p>Ilya berdiri tepat di depanku. Wajahnya tampak tenang dan dingin.<br />
&#8220;What are you doing here?&#8221; aku bertanya kepadanya,<br />
&#8220;I just got back from a walk. It was a nice night.&#8221; Ilya berhenti sejenak lalu bertanya dengan tajam,<br />
&#8220;What are you doing here?&#8221;<br />
&#8220;I&#8217;m checking your condition.&#8221; aku menatapnya, jantungku berdegup kencang. Dia tampaknya sudah pulih dari lukanya. Ilya melirik pisau yang ada di tanganku. Aku berusaha menyembunyikan pisau itu tapi ia lebih cepat. Tangannya mencengkeram tanganku,<br />
&#8220;You are going to check my conditin with this?&#8221; ia mengangkat tanganku yang masih memegang pisau itu. </p>
<p>
&#8220;You are not going to stab me while I was asleep right? If so, why you haven&#8217;t done it in the first time&#8230;&#8221; Ia mencoba melepaskan pisau yang ada ditanganku. Aku memperkuat genggamanku.</p>
<p>&#8220;I don&#8217;t trust you&#8230;&#8221; Ilya mendekatkan wajahnya padaku,</p>
<p>
&#8220;Are you afraid that I might attacked you if I was back in my full strength?&#8221; Ilya memegang wajahku dan mengangkatnya. Aku menganggukkan kepalaku.<br />
Ilya melepaskan genggamannya. Katanya,<br />
&#8220;Do what you think is the best. I won&#8217;t stop you. I want you think about my words again.&#8221; Ia lalu memberikan aku jalan keluar ruangan. Aku keluar dengan ragu-ragu. Hatiku berkecamuk. Tanganku masih menggenggam pisau. Jika ia tiba-tiba menyerangku, masih ada kesempatan untuk membunuhnya. Aku kembali ke kamarku dan segera mengunci pintu. Ilya tidak berusaha mengejarku. Esok hari kulihat ia masih berbaring seperti biasa. Ia tampak biasa-biasa saja. Ia telah menepati janjinya untuk tidak mengganggu aku.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/debubintangdilangit.wordpress.com/1415/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/debubintangdilangit.wordpress.com/1415/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/debubintangdilangit.wordpress.com/1415/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/debubintangdilangit.wordpress.com/1415/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/debubintangdilangit.wordpress.com/1415/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/debubintangdilangit.wordpress.com/1415/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/debubintangdilangit.wordpress.com/1415/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/debubintangdilangit.wordpress.com/1415/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/debubintangdilangit.wordpress.com/1415/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/debubintangdilangit.wordpress.com/1415/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/debubintangdilangit.wordpress.com/1415/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/debubintangdilangit.wordpress.com/1415/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/debubintangdilangit.wordpress.com/1415/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/debubintangdilangit.wordpress.com/1415/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=debubintangdilangit.wordpress.com&amp;blog=4357057&amp;post=1415&amp;subd=debubintangdilangit&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://debubintangdilangit.wordpress.com/2010/07/03/janji-yang-terucap/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/607629dee6c7f653bd620759a64362e1?s=96&#38;d=monsterid" medium="image">
			<media:title type="html">Puteri Bintang</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tak Kukenal</title>
		<link>http://debubintangdilangit.wordpress.com/2010/06/19/tak-kukenal/</link>
		<comments>http://debubintangdilangit.wordpress.com/2010/06/19/tak-kukenal/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 19 Jun 2010 03:00:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Lady Stardust</dc:creator>
				<category><![CDATA[Perjalanan]]></category>
		<category><![CDATA[Personal]]></category>
		<category><![CDATA[ilya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://debubintangdilangit.wordpress.com/?p=1401</guid>
		<description><![CDATA[Dearest diary, Ilya memulihkan lukanya satu minggu setelah kejadian itu. Lukanya cukup gawat, membuatnya tak dapat berjalan dan ia hanya bisa terbaring selama satu minggu itu. Selama itu aku merawatnya. Aku memberinya makan secara teratur. Untuk itu aku harus membeli suplai darah dari Palang Merah dengan surat referensi dari dokter yang waktu itu memeriksanya. Jika [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=debubintangdilangit.wordpress.com&amp;blog=4357057&amp;post=1401&amp;subd=debubintangdilangit&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dearest diary,<br />
Ilya memulihkan lukanya satu minggu setelah kejadian itu. Lukanya cukup gawat, membuatnya tak dapat berjalan dan ia hanya bisa terbaring selama satu minggu itu. Selama itu aku merawatnya. Aku memberinya makan secara teratur. Untuk itu aku harus membeli suplai darah dari Palang Merah dengan surat referensi dari dokter yang waktu itu memeriksanya. Jika suplai habis, aku kadang harus membeli ayam sebagai pengganti suplai &#8216;bahan mentah&#8217;nya itu. Dalam sakitnya Ilya mengulangi janjinya untuk tidak akan melukaiku dan melakukan hal-hal yang nakal kepadaku di masa depan. Pikirku, lihat saja apa yang terjadi nanti jika ia sembuh, akankah ia menepati janjinya atau tidak.</p>
<p>Aku ingat kejadian hari ketiga setelah aku urung meninggalkannya. Pagi itu Ilya bangun setelah satu hari penuh pingsan. Aku masih berada di kamarku ketika kudengar suaranya dari kamar sebelah. Aku pergi ke sebelah dan mendapati Ilya sedang berusaha bangkit dari tidurnya. Ia berusaha keras dan tampaknya gagal.</p>
<p>&#8220;Good morning.&#8221; Jujur aku tak tahu harus berkata apa kepada orang itu. Ia menoleh ke arahku,<br />
&#8220;Oh, good morning. I&#8217;m glad you&#8217;re here.&#8221; Ia mengangkat tangannya ke arahku, katanya,<br />
&#8220;Would you please help me to get up?&#8221; Aku meraih tangannya yang terulur. Kucoba mengangkat tubuhnya, namun badannya tak bergeming sedikitpun. Akhirnya aku menyerah. Aku jatuh terduduk di sampingnya.<br />
&#8220;I can&#8217;t help you. You are so heavy. Sorry.&#8221; Ilya kelihatan kecewa. Ia lalu berkata,<br />
&#8220;Come closer.&#8221; Aku menggeser badanku mendekatinya. Ilya menggeser badannya dan memegang tubuhku erat.<br />
&#8220;I can&#8217;t sleep here all day. Please help me get out of this bed. Get up now.&#8221; Aku berusaha bangkit, Ilya menggantungkan tangannya pada tubuhku. Ia terangkat sedikit. Aku berusaha bangkit dan berjalan perlahan sambil menyeret tubuhnya yang berat. Perlahan aku membawanya keluar kamar. Ilya terdengar menggumam kesakitan. Ia minta balik ke tempat tidur. Ilya berbaring kembali di tempat tidur. Kuperiksa lukanya, darah mengalir dengan derasnya dari luka yang semula telah kering. Sepertinya jaringan yang telah beku beberapa hari yang lalu kembali robek akibat gerakan tubuhnya yang terlalu banyak.<br />
&#8220;You&#8217;re bleeding again.&#8221;<br />
&#8220;I hate this!&#8221; Ilya tampak kesal sendiri. Aku mengambil peralatan P3K dan mengganti perbannya yang lama. Ilya diam sambil memperhatikan aku menggunting perban dan menempelkannya ke lukanya. Setelah selesai, aku beranjak dari dudukku. Ilya memegang tanganku dan berkata,<br />
&#8220;Thank you.&#8221;<br />
&#8220;It&#8217;s okay. Take some rest now.&#8221; Ilya menggelengkan kepalanya,<br />
&#8220;I don&#8217;t want to. I&#8217;m so bored here. Please stay.&#8221; Ilya menatapku dengan pandangan memohon. Aku tak tega melihatnya tak berdaya seperti itu.<br />
&#8220;Okay.&#8221; Aku mengambil beberapa buku dan mulai duduk manis di sebelahnya.<br />
&#8220;Why don&#8217;t you read the book for me?&#8221; Aku melihatnya dengan pandangan heran.<br />
&#8220;It&#8217;s a girl&#8217;s novel and in Indonesian…&#8221;<br />
&#8220;Translate it for me, please…&#8221;<br />
&#8220;Well…&#8221;<br />
&#8220;You can, I know that. It&#8217;s just a matter of willingness or not.&#8221;<br />
&#8220;Well… okay.&#8221;<br />
Aku tak tahu apakah ia suka atau tidak. Mungkin ia tak punya terlalu banyak pilihan juga. Kadang ia tersenyum pada saat aku membacakan bagian-bagian yang lucu. Kelihatannya ia cukup menikmati ceritanya. Selesai membaca, kulihat Ilya sudah terlelap.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/debubintangdilangit.wordpress.com/1401/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/debubintangdilangit.wordpress.com/1401/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/debubintangdilangit.wordpress.com/1401/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/debubintangdilangit.wordpress.com/1401/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/debubintangdilangit.wordpress.com/1401/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/debubintangdilangit.wordpress.com/1401/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/debubintangdilangit.wordpress.com/1401/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/debubintangdilangit.wordpress.com/1401/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/debubintangdilangit.wordpress.com/1401/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/debubintangdilangit.wordpress.com/1401/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/debubintangdilangit.wordpress.com/1401/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/debubintangdilangit.wordpress.com/1401/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/debubintangdilangit.wordpress.com/1401/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/debubintangdilangit.wordpress.com/1401/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=debubintangdilangit.wordpress.com&amp;blog=4357057&amp;post=1401&amp;subd=debubintangdilangit&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://debubintangdilangit.wordpress.com/2010/06/19/tak-kukenal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/607629dee6c7f653bd620759a64362e1?s=96&#38;d=monsterid" medium="image">
			<media:title type="html">Puteri Bintang</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pergi Selamanya</title>
		<link>http://debubintangdilangit.wordpress.com/2010/06/12/pergi-selamanya-2/</link>
		<comments>http://debubintangdilangit.wordpress.com/2010/06/12/pergi-selamanya-2/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 12 Jun 2010 14:00:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Lady Stardust</dc:creator>
				<category><![CDATA[Personal]]></category>
		<category><![CDATA[ilya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://debubintangdilangit.wordpress.com/?p=1403</guid>
		<description><![CDATA[Siang itu, aku sudah memutuskan untuk pergi diam-diam, meninggalkan tempat itu dan meninggalkan Ilya. Aku tak mau berurusan dengan tempat itu, dengan Sasha ataupun yang lainnya. Aku mau pulang ke rumahku dan melupakan semua ini. Aku sudah capek dengan keadaanku ini. Cukup sudah keanehan dan kekacauan ini buatku. Aku ingin membuat lembaran baru dalam hidupku. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=debubintangdilangit.wordpress.com&amp;blog=4357057&amp;post=1403&amp;subd=debubintangdilangit&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Siang itu, aku sudah memutuskan untuk pergi diam-diam, meninggalkan tempat itu dan meninggalkan Ilya. Aku tak mau berurusan dengan tempat itu, dengan Sasha ataupun yang lainnya. Aku mau pulang ke rumahku dan melupakan semua ini. Aku sudah capek dengan keadaanku ini. Cukup sudah keanehan dan kekacauan ini buatku. Aku ingin membuat lembaran baru dalam hidupku. Saat akan perg&igrave;,kulihat Ilya sedang tidur dengan nyenyaknya. Pagi ini aku sudah berikan dua kantong darah untuknya. Kuamati ia baik-baik, Ilya tampak pulas karena kekenyangan. Aku membuka pintu rumah perlahan, berharap Ilya tak mendengar suara pintu dibuka. Belum selesai aku membuka pintu, Ilya sudah berada di sampingku memegangi pintu.<br />
&quot;Don&#8217;t.&quot; Tangannya menggenggam tanganku dengan erat.<br />
&quot;Please don&#8217;t leave me&#8230;&quot; Ilya memandangku dengan pandangan memohon. Tiba-tiba ia menunduk seperti mau jatuh lalu mengerang kesakitan. Ilya mulai roboh, aku buru-buru menyongsong tubuhnya yang sudah mulai condong dan menopangnya supaya tak jatuh. Aku lalu memapah Ilya, lebih tepatnya setengah menyeret dia, kembali ke kamarnya. Susah payah aku baringkan Ilya di tempat tidur. Aku melihat perban yang membalut luka-lukanya, perban-perban tersebut memerah. Ia mengalami pendarahan lagi.<br />
Aku mulai panik. Yang terpikir saat itu adalah memanggil seorang dokter untuk menjahit luka Ilya. Aku lalu berhasil memanggil seorang dokter dari sebuah klinik. Dokter itu berhasil &quot;kupaksa&quot; datang. Pada saat datang ia tampak heran dengan kondisi rumahku yang gelap gulita. Aku langsung mengantarnya ke tempat Ilya. Ia segera memeriksa luka Ilya. Aku berharap tak ada hal terlalu aneh yang membuatnya curiga. Dokter itu memeriksa Ilya lalu memandangku dengan heran. Katanya,<br />
&quot;Wah, orang ini kena hipotermia, suhu badannya rendah sekali. Dia harus segera dibawa ke rumah sakit.&quot; Aku tak menggubris perkataannya, langsung memindahkan topik,<br />
&quot;Lukanya bagaimana dok?&quot; Dokter itu mulai membuka perban dan memeriksa luka-luka tersebut. Darah mengalir darah dari lubang luka yang menganga,<br />
&quot;Hmm.. lukanya harus dijahit untuk menghentikan pendarahan ini. Saya akan bius lokal dulu supaya tidak terasa sakit.&quot; Dokter itu mengambil alat suntik dan mulai menyuntikkan obat bius ke lokas&igrave; sekitar luka. Aku tak tahu apakah obat itu ada efeknya terhadap Ilya. Dokter lalu menjahit luka-luka tersebut satu per satu.</p>
<p>Selesai menjahit, dokter tersebut menarikku ke luar kamar dan berkata kepadaku,<br />
&quot;Bu, kondisi teman ibu sudah tak terlalu bagus. Suhu badannya rendah sekali dan detak jantungnya lemah sekali.&quot; Ia menelan ludahnya dan melanjutkan perkataanya,<br />
&quot;Secara medis, dia harusnya sudah meninggal. Tetapi entah kenapa ada yang membuatnya tetap hidup. Aku sarankan ibu bawa dia ke rumah sakit secepatnya. Selama belum ke rumah sakit, sebaiknya ibu hangatkan suhu kamarnya supaya kondisi teman ibu tetap stab&igrave;l. Ini resep untuk mencegah infeksi.&quot; Dia menulis sebuah resep dan memberikannya kepadaku. Aku menganggukkan kepalaku,<br />
&quot;Baiklah dokter.&quot;<br />
Aku tak berbicara lebih banyak lagi dan langsung mengantar dokter tersebut ke pintu. Aku memberinya uang lebih banyak dari yang ia minta.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/debubintangdilangit.wordpress.com/1403/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/debubintangdilangit.wordpress.com/1403/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/debubintangdilangit.wordpress.com/1403/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/debubintangdilangit.wordpress.com/1403/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/debubintangdilangit.wordpress.com/1403/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/debubintangdilangit.wordpress.com/1403/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/debubintangdilangit.wordpress.com/1403/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/debubintangdilangit.wordpress.com/1403/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/debubintangdilangit.wordpress.com/1403/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/debubintangdilangit.wordpress.com/1403/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/debubintangdilangit.wordpress.com/1403/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/debubintangdilangit.wordpress.com/1403/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/debubintangdilangit.wordpress.com/1403/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/debubintangdilangit.wordpress.com/1403/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=debubintangdilangit.wordpress.com&amp;blog=4357057&amp;post=1403&amp;subd=debubintangdilangit&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://debubintangdilangit.wordpress.com/2010/06/12/pergi-selamanya-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/607629dee6c7f653bd620759a64362e1?s=96&#38;d=monsterid" medium="image">
			<media:title type="html">Puteri Bintang</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pelangi di Pagi Hari</title>
		<link>http://debubintangdilangit.wordpress.com/2010/05/16/pelangi-di-pagi-hari/</link>
		<comments>http://debubintangdilangit.wordpress.com/2010/05/16/pelangi-di-pagi-hari/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 16 May 2010 12:00:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Lady Stardust</dc:creator>
				<category><![CDATA[Perjalanan]]></category>
		<category><![CDATA[ilya]]></category>
		<category><![CDATA[julia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://debubintangdilangit.wordpress.com/?p=1336</guid>
		<description><![CDATA[Aku terbangun saat tengah hari. Kulihat Ilya, dia masih tidur. Aku keluar gua mencek situasi. Suasana sangat sepi. Kulihat sekelilingku, yang ada hanya pohon-pohonan rimbun. Sinar matahari berpendar dari sela-sela daun. Pohon-pohon besar dan rindang terhampar di bantaran sepanjang gua. Aku melongokkan kepalaku ke jurang, tak ada apa-apa di situ selain pucuk-pucuk pohon. Aku berlari [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=debubintangdilangit.wordpress.com&amp;blog=4357057&amp;post=1336&amp;subd=debubintangdilangit&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Aku terbangun saat tengah hari. Kulihat Ilya, dia masih tidur. Aku keluar gua mencek situasi. Suasana sangat sepi. Kulihat sekelilingku, yang ada hanya pohon-pohonan rimbun. Sinar matahari berpendar dari sela-sela daun. Pohon-pohon besar dan rindang terhampar di bantaran sepanjang gua. Aku melongokkan kepalaku ke jurang, tak ada apa-apa di situ selain pucuk-pucuk pohon. Aku berlari menjauhi gua. Air mata membasahi wajahku.</p>
<p>Aku berjalan menyusuri jalan setapak yang ada dibelakang gua. Jalan itu terhampar menuju lembah yang ada di bawah. Kakiku terasa nyeri menginjak patahan ranting dan kerikil-kerikil yang tajam. Pemburu sialan itu telah mengambil sepatuku.</p>
<p>Aku akhirnya bertemu dengan seorang tukang kayu. Beliau sedang berjalan di hutan sendirian dan aku memberanikan diri menampakkan diri di hadapannya.</p>
<p>“Pak, bapak, tolong saya!” Bapak itu melihatku dengan terkejut,</p>
<p>“Masya Allah non, kenapa apa? Non baik-baik saja? Saya panggil polisi ya?” Ia tampak shock memandang bajuku yang robek-robek, berlumuran darah dan tanpa sepatu.</p>
<p>“Jangan, saya baik-baik saja kok. Tadi saya habis jatuh di sana.” Aku berkata sambil menunjuk arah tempatku datang.</p>
<p>“Tolong antar saya pak, ke (aku sebutkan tempat tinggalku).”</p>
<p>“Waduh… Tempat itu lokasinya jauh dari sini. Tapi non kelihatannya luka parah begini? Bapak bawa ke puskesmas saja ya?” Aduh ini bapak tidak mengerti juga. Aku harus meyakinkannya untuk langsung membawaku ke tempat tinggalku.</p>
<p>“Saya ngga apa-apa kok pak. Ada teman saya yang sakit, saya harus mengurusnya secepatnya. Tolong ya, cepetan antar saya…”</p>
<p>Akhirnya bapak itu mau mengantarkan aku ke tempat tinggalku. Aku harus segera meninggalkan tempat itu sebelum orang-orang mulai berdatangan dan mengerumuniku. Aku harus segera mengambil perlengkapanku untuk kembali ke tempat ini secepatnya. Bapak tukang kayu itu mengantarku dengan sepedanya menuju tempatku. Aku tak peduli orang-orang melihatku di sepanjang jalan dengan pandangan aneh karena bajuku yang kotor oleh darah dan kakiku yang tak bersepatu. Setelah tiba, aku memberinya imbalan kepada bapak itu. Aku segera mengambil semua barang-barangku dan segera mengganti bajuku. Aku melihat ke arah garasi, mobil kami masih ada di garasi. Setelah siap kuangkut, aku segera membawa semua perlengkapanku kembali ke gua.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/debubintangdilangit.wordpress.com/1336/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/debubintangdilangit.wordpress.com/1336/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/debubintangdilangit.wordpress.com/1336/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/debubintangdilangit.wordpress.com/1336/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/debubintangdilangit.wordpress.com/1336/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/debubintangdilangit.wordpress.com/1336/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/debubintangdilangit.wordpress.com/1336/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/debubintangdilangit.wordpress.com/1336/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/debubintangdilangit.wordpress.com/1336/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/debubintangdilangit.wordpress.com/1336/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/debubintangdilangit.wordpress.com/1336/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/debubintangdilangit.wordpress.com/1336/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/debubintangdilangit.wordpress.com/1336/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/debubintangdilangit.wordpress.com/1336/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=debubintangdilangit.wordpress.com&amp;blog=4357057&amp;post=1336&amp;subd=debubintangdilangit&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://debubintangdilangit.wordpress.com/2010/05/16/pelangi-di-pagi-hari/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/607629dee6c7f653bd620759a64362e1?s=96&#38;d=monsterid" medium="image">
			<media:title type="html">Puteri Bintang</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
