h1

Pelangi di Pagi Hari

Mei 16, 2010

Aku terbangun saat tengah hari. Kulihat Ilya, dia masih tidur. Aku keluar gua mencek situasi. Suasana sangat sepi. Kulihat sekelilingku, yang ada hanya pohon-pohonan rimbun. Sinar matahari berpendar dari sela-sela daun. Pohon-pohon besar dan rindang terhampar di bantaran sepanjang gua. Aku melongokkan kepalaku ke jurang, tak ada apa-apa di situ selain pucuk-pucuk pohon. Aku berlari menjauhi gua. Air mata membasahi wajahku.

Aku berjalan menyusuri jalan setapak yang ada dibelakang gua. Jalan itu terhampar menuju lembah yang ada di bawah. Kakiku terasa nyeri menginjak patahan ranting dan kerikil-kerikil yang tajam. Pemburu sialan itu telah mengambil sepatuku.

Aku akhirnya bertemu dengan seorang tukang kayu. Beliau sedang berjalan di hutan sendirian dan aku memberanikan diri menampakkan diri di hadapannya.

“Pak, bapak, tolong saya!” Bapak itu melihatku dengan terkejut,

“Masya Allah non, kenapa apa? Non baik-baik saja? Saya panggil polisi ya?” Ia tampak shock memandang bajuku yang robek-robek, berlumuran darah dan tanpa sepatu.

“Jangan, saya baik-baik saja kok. Tadi saya habis jatuh di sana.” Aku berkata sambil menunjuk arah tempatku datang.

“Tolong antar saya pak, ke (aku sebutkan tempat tinggalku).”

“Waduh… Tempat itu lokasinya jauh dari sini. Tapi non kelihatannya luka parah begini? Bapak bawa ke puskesmas saja ya?” Aduh ini bapak tidak mengerti juga. Aku harus meyakinkannya untuk langsung membawaku ke tempat tinggalku.

“Saya ngga apa-apa kok pak. Ada teman saya yang sakit, saya harus mengurusnya secepatnya. Tolong ya, cepetan antar saya…”

Akhirnya bapak itu mau mengantarkan aku ke tempat tinggalku. Aku harus segera meninggalkan tempat itu sebelum orang-orang mulai berdatangan dan mengerumuniku. Aku harus segera mengambil perlengkapanku untuk kembali ke tempat ini secepatnya. Bapak tukang kayu itu mengantarku dengan sepedanya menuju tempatku. Aku tak peduli orang-orang melihatku di sepanjang jalan dengan pandangan aneh karena bajuku yang kotor oleh darah dan kakiku yang tak bersepatu. Setelah tiba, aku memberinya imbalan kepada bapak itu. Aku segera mengambil semua barang-barangku dan segera mengganti bajuku. Aku melihat ke arah garasi, mobil kami masih ada di garasi. Setelah siap kuangkut, aku segera membawa semua perlengkapanku kembali ke gua.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.