
Sang Pemburu
Agustus 25, 2009Aku sengaja menulis ini supaya orang kumaksud bisa mengetahui betapa jauhnya ia tertinggal. Beberapa hari setelah kami pergi, Ariel memberikan banyak info tentang pemburu itu. Menurut sumber yang Ariel kontak, pemburu vampire biasanya berasal dari keluarga yang secara turun temurun telah melakukan tugas untuk memburu vampire (kupikir tadinya keluarga Van Helsing masuk dalam daftar keluarga itu, ternyata tidak, well, he’s a Dutch not a Romanian). Menurut mereka, vampire adalah makhluk yang patut dimusnahkan karena mengancam keberadaan kemanusiaan. Permusuhan mereka sudah dimulai berabad-abad yang lalu dan berlanjut sampai sekarang.
Para pemburu vampire itu adalah manusia biasa yang memiliki keahlian khusus untuk sanggup mengalahkan para vampire. Mereka tersebar di negara-negara Eropa Timur. Vampirdzhiya, vampirar atau dzhadazhiya, begitu mereka disebutnya, memiliki kekuatan supranatural untuk melihat tidak hanya vampire, tetapi juga makhluk-makhluk lain seperti werewolf dan sebagainya. Mereka biasanya lahir pada hari Sabtu/Sabat, disebut sebagai kaum Sabbatarians atau sâbotnichav dalam bahasa Bulgaria.
Ada juga yang mengatakan bahwa pemburu vampire adalah hasil hibrida antara manusia dan vampire. Mereka biasa disebut dhampir atau dhampiresa untuk yang wanita. Keunggulan dhampir adalah memiliki kekuatan seperti vampire minus kekurangan mereka. Umumnya dhampir tahan terhadap sinar matahari dan memiliki kekuatan ekstra. Kaum dhampir punya ciri berambut hitam atau warna gelap, dan punya tanda khusus di punggungnya. Orang yang kami lihat berambut hitam dan ada ciri khusus di leher bagian belakangnya. Ada kemungkinan ia seorang dhampir.
Metode pembunuhan para pemburu vampire biasanya menggunakan pasak kayu atau senjata perak. Mengikuti perkembangan zaman, mereka sekarang menggunakan pistol peluru perak. Orang yang bertemu dengan kami itu menggunakan busur dan panah. Ada kemungkinan dia membuat sendiri busur itu. Keunggulan busur adalah bisa dicopot dan dirakit ulang sehingga ketika melalui pemeriksaan bisa tak terdeteksi oleh security.
Dari info yang kami dapat, tak ada vamp hunter yang pergi sampai ke Asia. Rata-rata mereka hanya bekerja di sekitar Amerika, Eropa dan Asia Barat. Belum ada yang secara khusus bertugas ke Asia Tengah apalagi ke Asia Timur. Sasha kesulitan mendapatkan info lebih lanjut karena sejak ia menipu Ilya sehingga bisa kabur ke Indo, Ilya telah memblokir semua aksesnya. Termasuk akses ke teman-temannya di Hongaria dan Romania. Aku mencoba jalur lain untuk bisa mendapatkan info lebih banyak tentang pemburu ini.
Ada satu hal yang kulihat cukup spesifik pada orang itu. Pertama, aku yakin wajah orang itu tidak sepenuhnya ras kaukasia. Sekalipun tingginya sekitar 1,85 meter, dan memiliki tulang pipi serta hidung yang mancung, struktur wajah orang itu sedikit lebih membulat, seperti umumnya orang Asia. Kedua, ada tato bermotif tribal pada kedua pergelangan tangannya dan pada leher bagian belakang aku sempat melihat sebuah tato lagi, seperti simbol “Ankh“, simbol kehidupan dalam huruf Hieroglyph. Tato-tato tersebut seperti itu sulit disembunyikan. Aku minta ‘informan’ku secara khusus memperhatikan hal itu. Aku harap bisa ada perkembangan lagi sesudah ini.