h1

The Kiss

April 9, 2009

Hi diary,

Cerita lagi ya. Mmm… sekarang sampai pada bagian yang tak enak. Perlu cerita ya? Hmm kurasa perlu mungkin… Hubunganku dan Elie sudah makin dekat. Kami hampir saja jadian kalau saja peristiwa itu tidak terjadi. Ada satu kejadian yang membuat hubungan kami renggang. Waktu itu kami lagi jalan bareng. Elie kelihatan agak aneh hari itu. Entah karena dia lagi bete atau hal aku masih belum jelas. Di tengah jalan pulang, tiba-tiba dia minta mampir dulu ke sebuah pub di salah satu hotel di Thamrin. Aku sebenarnya sudah mengantuk tetapi kupikir sekali ini saja tak mengapa.

Kemudian sampai lah kami di tempat itu. Elie tak banyak bicara tapi banyak minum. Aku mulai khawatir dengan sikapnya yang aneh itu. Baru kali ini aku melihat dia minum. Aku belum pernah melihat dia minum sebelumnya. Tingkahnya saat itu sangat tak menyenangkan. Setelah minum tiga gelas Chivas triple on the rock, aku memutuskan untuk bangkit berdiri hendak pulang. Elie terlihat masih duduk dan tiba-tiba tangannya menahanku.

“Wait! Are you leaving now?”

“Yes. It’s already late and I’m tired.”

“Please.” Tatapannya agak memohon.

“Don’t go now…” Aku tak sampai hati juga melihatnya. Aku lalu duduk kembali.

“You have three glasses already.” Elie melihatku dengan rasa tak senang,

“Are you trying to control me? Who are you? You sound like my wife.” Elie memandangku dengan kesal,

“Don’t you ever trying to control me. Do you understand?” Aku melihatnya dengan kesal,

“What’s wrong with you Elie? I was just make some comments. I’m not trying to control you.”

“Nothing.” Elie menjawab dengan tak acuh dan membalikkan badannya ke arah bar hendak minta lagi. Aduh, nih orang minta dijitak ya?

Aku kesal melihat kelakuannya dan segera bangkit. Elie memegang tanganku.

“Let me go Elie. I’m leaving now.”

“No, you don’t.” Ia menatapku dalam-dalam dan mengambil gelas minumannya. Elie menenggak sisa minuman yang ada di dalamnya. Perlahan ia mendekat kepadaku, mencengkeram bahuku dan tiba-tiba menciumku. Bibirnya terasa dingin menyentuh bibirku. Aku menampar wajahnya dan lari. Elie berteriak dan berusaha mengejarku namun aku cepat-cepat masuk ke dalam lift dan pergi dari situ.

Sampai di rumah aku menangis. Aku malu sekali dengan kejadian itu. Ia begitu kasar dan menciumku di depan umum seperti itu. It’s not just a kiss. He was trying to give me a French Kiss. :,-( Elie menelponku sepanjang perjalanan pulang. Aku matikan hpku. Sampai keesokan harinya, aku masukkan dia dalam blacklist hpku. Aku tak mau berhubungan dengan lelaki kurang ajar itu lagi.

(Song: “Tak Ada Lagi” – Garasi)

Tinggalkan sebuah Komentar