h1

Sesuatu Sedang Terjadi

April 7, 2009

Hai diary,

Pa kabar ya? Aku janji cerita ya tentang apa yang terjadi.. Well… setelah aku ketemu Elie pertama kali di Lokananta, terus terang aku jadi suka sama dia. Dia juga kelihatannya mulai tertarik denganku. Kami sering kontak setelah itu. (gimana ngga tertarik, ganteng kayak gitu sih…)

Dia baru saja tiba di Jakarta, mungkin sekitar satu bulan yang lalu. Kerjanya di salah sat NGO yang ada di Jakarta, dia sendiri sedang melakukan penelitian biokimia di sebuah daerah tak jauh dari Depok. Kalau menurut Reno, penelitian utama dia sebelum ke Jakarta adalah nanoteknologi. Dia diperbantukan di sini karena keahliannya di bidang nanoteknologi itu berkaitan dengan pengembangan bioteknologi yang ia lakukan sekarang (aduh pusing, ngga menarik soalnya).

Sebenarnya yang bikin aku menarik adalah permainan pianonya. Mungkin karena lagu yang ia mainkan adalah lagu favoritku, aku jadi tertarik padanya. Anyway, ada lagi yang menarik dari percakapanku dengannya, yaitu soal nanoteknologi. Waktu itu aku sudah tak ingat percakapan awal apa yang membuat kami jadi membahas topik itu. Waktu itu habis hujan, ia mau mengantarku pulang. Elie kelihatan sangat senang. Di perjalanan dia bilang begini,

“Do you know how far nanotechnology has reach our lifes?”

“I don’t know exactly about that. All I know is those micromachines is being developed in Rusia.”

“I know what you mean.” Dia tersenyum. Kelihatannya ia cukup mengerti maksudku itu. Ia melanjutkan,

“In Germany, you can order a nano wine stirrer that can produce a better taste wine. Those nano machines in the stirrer is interacted with the wine molecules so you can get a better taste by stirring it to the wine. Cool isn’t it?” Wah, bener tuh? Hebat juga ya kalau beneran…

“More than that, me, with my friends have developed a molecular programmed necklace that can define the mood of the people who use it. It’s for health purpose. For instance, if you mostly in bad mood, by the time you use the necklace, you can feel better because the program inside the necklace controlling the cells in your brain.”

“Really? I’d like to have one. I think I will be in better mood everyday if I can use that. Have you mass-produced the necklace?” Aku terheran-heran dengan penjelasannya. Elie menggelengkan kepalanya.

“Unfortunately not. One of our friend has stolen necklace and changed the program for his own purpose. We had to postpone the production until we know it is save to reach the public.”

“What happen with the stolen necklace? Have you found it?”

“No. Unfortunately not.”

“Any news from that guy? What did he do with that necklace?”

“I heard he use that necklace to make a girl falling in love with him. That’s a silly idea but it could works if he inserted the right program.” Wah, kayak pelet kali ya? Tapi yang ini versi hi-tech.

“Did he succeed?” Aku jadi penasaran dengan ceritanya. Kayaknya aneh banget, mengambil barang semahal itu hanya untuk keperluan pribadi.

“I heard he had succeeded on doing that. One of the reason I’m coming to this country is checking the truth about that. I heard he went to Jakarta last year. So I tracked him down here to take the necklace back.” Elie melirik ke leherku.

“Where did you get this necklace?”

“My friend gave me this. Why do you ask?” Aku memegang kalung yang kupakai. Saat itu aku memakai kalung yang diberikan oleh Sasha. Entah mengapa sampai sekarang aku masih senang memakai kalung itu.

“Nice design. It has a rare design.” Tiba-tiba ekspresinya seperti berubah dan setelah itu ia berbicara mengenai hal lain. Agak creepy juga waktu dia melirik kalungku itu… Jangan-jangan kalung ini yang ia maksud? Rasanya sih bukan ya.

Tinggalkan sebuah Komentar